Tuesday, February 19, 2019

KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN




A.    PENDAHULUAN
Mbaqyen.com Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan yang telah di tempuh. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan. Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program.
Dalam setiap pembelajaran, pendidik harus berusaha mengetahui hasil dari proses pembelajaran yang ia lakukan. Hasil yang dimaksud adalah baik, tidak baik, bermanfaat, atau tidak bermanfaat, dll. Pentingnya diketahui hasil ini karena ia dapat menjadi salah satu patron bagi pendidik untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajran yang dia lakukan dapat mengembangkan potensi peserta didik. Artinya, apabila pembelajaran yang dilakukannya mencapai hasil yang baik, pendidik tentu dapat dikatakan berhasil dalam proses pembelajaran dan demikian pula sebaliknya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui evaluasi. Evaluasi yang dilakukan oleh pendidik ini dapat berupa evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran.

B.     PENGERTIAN EVALUASI
Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Evaluation yang artinya penilaian. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, evaluasi berarti penilaian (KBBI, 1996:272). Nurgiyantoro (1988:5) menyebutkan bahwa evaluasi adalah proses untuk mengukur kadar pencapaian tujuan. Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa evaluasi yang bersinonim dengan penilaian tidak sama konsepnya dengan pengukuran dan tes meskipun ketiga konsep ini sering didapatkan ketika masalah evaluasi pendidikan dibicarakan. Dikatakannya bahwa penilaian berkaitan dengan aspek kuantitatif dan kualitatif, pengukuran berkaitan dengan aspek kuantitatif, sedangkan tes hanya merupakan salah satu instrumen penilaian. Meskipun berbeda, ketiga konsep ini merupakan satu kesatuan dan saling memerlukan.
Selanjutnya, ada juga para ahli evaluasi pendidikan, seperti Sudijono, menyebutkan bahwa evaluasi adalah (1) proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan, (2) usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan (Sudijono, 2006:2). Hampir sama dengan Sudijono, Dimyati dan Mujiono (2006:192). menyebutkan bahwa evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan.

C.    KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN
Tes merupakam salah satu jenis alat ukur yang digunakan untuk memperlihatkan hasil belajar siswa. Misalnya seorang guru telah melaksanakan tes IPS maka guru tersebut akan memperoleh data hasil belajar siswa dalam mata pelajaran tersebut. Data hasil belajar siswa tersebut merupakan hasil pengukuran. Jadi untuk melakukan pengukuran guru perlu alat ukur. Alat ukur yang digunakan untuk memperoleh informasi hasil belajar dapat berupa tes atau non tes. Dari kumpulan data tersebut guru akan dapat menarik kesimpulan tentang perkembangan belajar IPS siswa. Kegiatan inilah yang disebut dengan penilaian (assessemen). Jadi untuk melakukan assessmen guru memerlukan alat ukur, hasil pengukuran dan penyimpulan dari data-data hasil pengukuran. Jika setelah selesai pembelajaran guru ingin melihat kembali peran setiap komponen dalam program pembelajaran.
Berdasarkan data-data yang diperoleh dari setiap komponen kegiatan pembelajaran maka guru dapat menilai efektivitas program pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut anda dapat menentukan kedudukan tes, pengukuran, asesemen, dan evaluasi.
Mahrens dan Lehmann (1978 : 10) mengutip ungkapan yang berbunyi “Mengajar tanpa melakukan tes tidak masuk akal”. Ungkapan ini menunjukkan betapa erat kaitan antara pengajaran dan evaluasi. Dari pernyataan-pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan suatu komponen yang sangat erat berkaitan dengan komponen-komponen lain di dalam pengajaran serta evaluasi dan pengajaran itu saling membatu antara satu dengan yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. PT Rineka Cipta : Jakarta.

No comments:

Post a Comment