A.
PENDAHULUAN
Untuk melakukan suatu evaluasi maka dibutuhkan hasil dari pembelajaran yang
telah di lakukan. Hasil pembelajaran bisa dilakukan dengan tes atau non tes. Tes
adalah salah satu cara untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak
langsung, yaitu melalui respons seseorang terhadap stimulus atau pertanyaan (Djemari Mardapi, 2008: 67). Tes
merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk
mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek. Objek ini bisa berupa
kemampuan peserta didik, sikap, minat, maupun motivasi. Respons peserta tes
terhadap sejumlah pertanyaan menggambarkan kemampuan dalam bidang tertentu. Tes
merupakan bagian tersempit dari evaluasi.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak lepas dari pencapaian hasil yang
telah kita jalani. Berbagai proses dan prosedur akan membawa kita pada suatu
kesimpulan yang dapat mengantarkan kita terhadap sejauh mana tingkat
keberhasilan yang telah di capai. Hal ini, juga berlaku pada sistem pendidikan
yang menekankan pada aspek ketercapaian suatu kompetisi pembelajaran. Para
peserta didik akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dengan bidang
tertentu untuk menambah wawasan dan pengalaman yang ada. Pada akhirnya proses
pembelajaran dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan.'
B.
DEFINISI EVALUASI
Evaluasi
merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijadikan sebagai
pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa (the worth and merit)
dari tujuan yang dicapai, desain, implementasi dan dampak untuk membantu
membuat keputusan, membantu pertanggung jawaban dan meningkatkan pemahaman
terhadap fenomena. Menurut rumusan tersebut, inti dari evaluasi adalah
penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam
mengambil keputusan.
Komite
Studi Nasional tentang Evaluasi (National Study Committee on Evaluation)
dari UCLA (Stark & Thomas, 1994: 12),
menyatakan bahwa : Evaluation is the
process of ascertaining the decision of concern, selecting appropriate
information, and collecting and analyzing information in order to report
summary data useful to decision makers in selecting among alternatives. Evaluasi
merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan, pengumpulan, analisis dan
penyajian informasi yang sesuai untuk mengetahui sejauh mana suatu tujuan
program, prosedur, produk atau strategi yang dijalankan telah tercapai,
sehingga bermanfaat bagi pengambilan keputusan serta dapat menentukan beberapa
alternatif keputusan untuk program selanjutnya.
Berdasarkan
pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan proses yang
sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan, mendeskripsikan,
mengintepretasikan dan menyajikan informasi untuk dapat digunakan sebagai dasar
membuat keputusan dan atau menyusun kebijakan. Adapun tujuan evaluasi adalah
untuk memperoleh informasi yang akurat dan objektif tentang suatu program.
Informasi tersebut dapat berupa proses pelaksanaan program, dampak/hasil yang
dicapai, efisiensi serta pemanfaatan hasil evaluasi yang difokuskan untuk
program itu sendiri, yaitu untuk mengambil keputusan apakah dilanjutkan,
diperbaiki atau dihentikan. Selain itu, juga dipergunakan untuk kepentingan
penyusunan program berikutnya maupun penyusunan kebijakan yang terkait dengan
program.
C.
HUBUNGAN EVALUASI DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN
Istilah
penilaian sebagai terjemahan dari “Evaluation” jika dalam kepustakaan
lain digunakan istilah assesmen. Dari
definisi di atas yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam melakukan penilaian
harus yakin bahwa pendidikan dapat membawa perubahan pada diri anak didik
karena ada dua hal yang harus dilakukan yaitu : mengumpulkan bukti-bukti yang
cukup untuk kemudian dijadikan dasar penetapan ada tidaknya perubahan, dan
derajat perubahan yang terjadi. Bukti-bukti yang dikumpulkan dapat bersifat
kuantitatif, membagi hasil pengukuran berbentuk angka misalnya dari testing,
pemberian tugas penampilan (performance), kertas kerja, laporan tugas
lapangan dan lain-lain.
Capaian hasil belajar peserta didik dapat dijadikan sebuah bukti yang
menghantarkan pada tingkat keberhasilan memahami setiap proses pembelajaran. Bukti dapat pula
bersifat kualitatif, tidak berbentuk bilangan, melainkan hanya menunjukkan
kualifikasi hasil belajar seperti baik sekali, sedang, rajin, cermat dan
lain-lain. Bukti-bukti kuantitatif maupun kualitatif yang dikumpulkan,
seharusnya memenuhi persyaratan tertentu agar dijadikan dasar pengambilan
keputusan adanya perubahan perilaku dan derajat perubahannya secara adil dan
objektif. Pengambilan keputusan selalu dipengaruhi oleh value judgment,
karena itu peran bukti-bukti penilaian tersebut tidak bisa diabaikan, demi
kepentingan semua siswa.
Hubungan antara evaluasi dengan pencapaian pembelajaran bertujuan untuk
mengetahui tingkat keefektivan model atau tekhnik pembelajaran yang dapat
menyesuaikan dengan kondisi peserta didik agar evaluasi yang di lakukan dapat
memberikan gambaran capaian yang telah di lakukan oleh peserta didik. Hal ini
juga mencakup berbagai komponen yang di dalamnya bertujuan untuk mengembangkan
potensi peserta didik.
Dalam
perkembangannya evaluasi dimaksudkan untuk memberikan umpan balik kepada
peserta didik maupun kepada pembelajar sebagai pertimbangan untuk melakukan
perbaikan serta jaminan terhadap pengguna lulusan sebagai tanggung jawab
institusi yang telah meluluskan. Tes, pengukuran dan penilaian berguna untuk :
seleksi, penempatan, diagnosis dan remedial, umpan balik, memotivasi dan
membimbing belajar, perbaikan kurikulum dan program pendidikan serta
pengembangan ilmu. Tahapan pelaksanaan evaluasi hasil belajar adalah penentuan
tujuan, menentukan desain evaluasi, pengembangan instrumen evaluasi,
pengumpulan informasi/data, analisis dan interpretasi serta tindak lanjut.
DAFTAR PUSTAKA

No comments:
Post a Comment