Tuesday, February 19, 2019

HUBUNGAN EVALUASI DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN

Mbaqyen.Com - Dalam dunia pendidikan, seringkali pengajar mengambil sebuah keputusan yang akan membawa peserta didik pada pencapaian suatu hasil belajar. Disini, sangat penting dibutuhkan sebuah evaluasi pembelajaran yang fungsinya untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam menyelesaikan studinya.


A.    PENDAHULUAN
Untuk melakukan suatu evaluasi maka dibutuhkan hasil dari pembelajaran yang telah di lakukan. Hasil pembelajaran bisa dilakukan dengan tes atau non tes. Tes adalah salah satu cara untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung, yaitu melalui respons seseorang terhadap stimulus atau pertanyaan (Djemari Mardapi, 2008: 67). Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek. Objek ini bisa berupa kemampuan peserta didik, sikap, minat, maupun motivasi. Respons peserta tes terhadap sejumlah pertanyaan menggambarkan kemampuan dalam bidang tertentu. Tes merupakan bagian tersempit dari evaluasi.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak lepas dari pencapaian hasil yang telah kita jalani. Berbagai proses dan prosedur akan membawa kita pada suatu kesimpulan yang dapat mengantarkan kita terhadap sejauh mana tingkat keberhasilan yang telah di capai. Hal ini, juga berlaku pada sistem pendidikan yang menekankan pada aspek ketercapaian suatu kompetisi pembelajaran. Para peserta didik akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dengan bidang tertentu untuk menambah wawasan dan pengalaman yang ada. Pada akhirnya proses pembelajaran dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan.'

B.     DEFINISI EVALUASI
Evaluasi merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa (the worth and merit) dari tujuan yang dicapai, desain, implementasi dan dampak untuk membantu membuat keputusan, membantu pertanggung jawaban dan meningkatkan pemahaman terhadap fenomena. Menurut rumusan tersebut,  inti dari evaluasi adalah penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Komite Studi Nasional tentang Evaluasi (National Study Committee on Evaluation) dari UCLA (Stark & Thomas, 1994: 12), menyatakan bahwa : Evaluation is the process of ascertaining the decision of concern, selecting  appropriate information, and collecting and analyzing information in order to report summary data useful to decision makers in selecting among alternatives. Evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan, pengumpulan, analisis dan penyajian informasi yang sesuai untuk mengetahui sejauh mana suatu tujuan program, prosedur, produk atau strategi yang dijalankan telah tercapai, sehingga bermanfaat bagi pengambilan keputusan serta dapat menentukan beberapa alternatif keputusan untuk program selanjutnya.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan, mendeskripsikan, mengintepretasikan dan menyajikan informasi untuk dapat digunakan sebagai dasar membuat keputusan dan atau menyusun kebijakan. Adapun tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh informasi yang akurat dan objektif tentang suatu program. Informasi tersebut dapat berupa proses pelaksanaan program, dampak/hasil yang dicapai, efisiensi serta pemanfaatan hasil evaluasi yang difokuskan untuk program itu sendiri, yaitu untuk mengambil keputusan apakah dilanjutkan, diperbaiki atau dihentikan. Selain itu, juga dipergunakan untuk kepentingan penyusunan program berikutnya maupun penyusunan kebijakan yang terkait dengan program.

C.    HUBUNGAN EVALUASI DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN
Istilah penilaian sebagai terjemahan dari “Evaluation” jika dalam kepustakaan lain digunakan istilah assesmen. Dari definisi di atas yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam melakukan penilaian harus yakin bahwa pendidikan dapat membawa perubahan pada diri anak didik karena ada dua hal yang harus dilakukan yaitu : mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk kemudian dijadikan dasar penetapan ada tidaknya perubahan, dan derajat perubahan yang terjadi. Bukti-bukti yang dikumpulkan dapat bersifat kuantitatif, membagi hasil pengukuran berbentuk angka misalnya dari testing, pemberian tugas penampilan (performance), kertas kerja, laporan tugas lapangan dan lain-lain.
Capaian hasil belajar peserta didik dapat dijadikan sebuah bukti yang menghantarkan pada tingkat keberhasilan memahami setiap proses pembelajaran. Bukti dapat pula bersifat kualitatif, tidak berbentuk bilangan, melainkan hanya menunjukkan kualifikasi hasil belajar seperti baik sekali, sedang, rajin, cermat dan lain-lain. Bukti-bukti kuantitatif maupun kualitatif yang dikumpulkan, seharusnya memenuhi persyaratan tertentu agar dijadikan dasar pengambilan keputusan adanya perubahan perilaku dan derajat perubahannya secara adil dan objektif. Pengambilan keputusan selalu dipengaruhi oleh value judgment, karena itu peran bukti-bukti penilaian tersebut tidak bisa diabaikan, demi kepentingan semua siswa.
Hubungan antara evaluasi dengan pencapaian pembelajaran bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektivan model atau tekhnik pembelajaran yang dapat menyesuaikan dengan kondisi peserta didik agar evaluasi yang di lakukan dapat memberikan gambaran capaian yang telah di lakukan oleh peserta didik. Hal ini juga mencakup berbagai komponen yang di dalamnya bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik.
Dalam perkembangannya evaluasi dimaksudkan untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik maupun kepada pembelajar sebagai pertimbangan untuk melakukan perbaikan serta jaminan terhadap pengguna lulusan sebagai tanggung jawab institusi yang telah meluluskan. Tes, pengukuran dan penilaian berguna untuk : seleksi, penempatan, diagnosis dan remedial, umpan balik, memotivasi dan membimbing belajar, perbaikan kurikulum dan program pendidikan serta pengembangan ilmu. Tahapan pelaksanaan evaluasi hasil belajar adalah penentuan tujuan, menentukan desain evaluasi, pengembangan instrumen evaluasi, pengumpulan informasi/data, analisis dan interpretasi serta tindak lanjut.



DAFTAR PUSTAKA

No comments:

Post a Comment